Sabtu, 27 April 2019

Memaksa Anak Makan? Jangan ya Mom....

Sabtu, April 27, 2019 0 Comments




"Ayoook dong Sofianya makan dulu"
dan Sofia tetap menggeleng
"okay...kita mainan ini dulu ya..." menunjuk flash card hewan, Sofia suka main tebak gambar
"Habis itu Sofia makan ya...."
15 menit kemudian
"Nah... udah selesai, " sambil  menyingkirkan flash card
"yuuuk kita makan dulu ya..." membawa piring ke high chair, di depan Sofia
Sofia nya tetap menggeleng dan tidak menggubris makanannya
"Teteh harus makan, kan lapar nanti..."
Tetap menggeleng

 Duh...duh... kalau kayak gini Mia bisa ikutan ngambek...
wkwkwkw

********

Hai.... bunda hebat, 
bertemu lagi di sini masih dengan kupas mengupas soal anak makan sendiri. Nah tantangan terbesar buat saya selain membuat anak bisa makan sendiri dengan rapi, habis dan cepat (hehee... emak nya tinggi banget ekspektasinya), adalah saat Sofia mulai enggan makan atau GTM (Gerakan Tutup Mulut), bahkan saat ditawarin mau makan apa? bakso, roti? spaghetti (karena biasanya pas mia makan indomie, sofia dialihkannya makan spaghetti...wkwkwk- jadilah dia belom tahu rasa enaknya indomie) masih juga tetep ndak mau makan. Masih tetep geleng kepala. Masih tetap tutup mulut dengan rapat. haduuuuuh....

Pastinya mommy dan bunda yang mengalami hal seperti saya jadi cemas kan ya? akhirnya memaksa menyuapi anak makan. Saya pun demikian! saking cemasnya anak GTM saya terkadang jadi agak memaksa gitu agar Sofia mau makan. Bahkan terkadang saya maksa makannya agak berlebihan.... 

Ternyata memaksa makan anak tidak baik lho mom,,,, huhu ada dampak psikologis juga yang bakal dirasakan oleh anak jika kita memaksa makan 
apa saja sih akibatnya jika kita memaksa anak makan?
  1. muntah. Saat kita memaksa anak makan, sementara anak tidak siap untuk makan, secara reflek anak akan memuntahkan makannya dan isi perutnya malah keluar semua.
  2. anak benci makan. Sering memaksa anak makan, akan membuat anak merasa bahwa makan bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Anak akan merasa tertekan setiap kali diminta makan. Dia merasa betapa tidak enaknya dipaksa menelan makanan, padahal dia sedang tidak mau. sehingga lama kelaman anak akan membenci makanan.
  3. berbohong. nah ini dia, ujung ujungnya setelah anak membenci makan, maka anak akan cenderung mencari cara agar dia tidak dipaksa makan, misalnya membuang makannannya, menyatakan dia tidak lapar, atau mengatakan kalau dia sudah makan padahal belom. 


Setelah tahu begitu, akan lebih baik jika kita ga memaksa anak makan ya mom... Sebaiknya kita tunggu samapi anak menginginkan makan, atau kita buat suasana yang menyenangkan saat dia makan. salah satu yang biasa saya lakukan adalah mengajak Sofia makan bersama Namun makan bersama bia adalah hal yang hanya bisa terjadi saat weekend saja. karena setiap pagi, bia sarapan di kantor dan makan malampun sudah lewat batas makan malamnya Sofia.
Nah untuk kali ini yang saya lakukan adalah membiarkan Sofia beraktifitas dulu sesuka hatinya, saya sengaja tidak memberinya camilan, karenaa...kalo dia makan camilan bisa bisa dia tidak makan nasi, dan saya juga membatasinya minum, soalnya kalo kebanakan minum, dia akan kenyang dan malas juga untuk makan....

daaaan akhirya setelah lewat pukul 9, dan saat ipin upin habis tayang, dia akhirnya merengek juga.... meskipun dia nggak bilang lapar. Saya pun langsung menawarinya makan
"Teteh makan ya?"
Dia masih diam, tapi kelihatannya mulai tertarik
"Kalau ga suka pake ayamnya, mia ganti pake telor mata sapi ya...." saya pun mengambil makanan Sofia menarohnya di high chairnya
Beberapa waktu kemudian, dia naik dan duduk di high chairnya, eeeh tapi duduknya pake dua lutut.... 
okaay ga papa deh..... mia sabar yaa, dia mau makannya begitu.

Alhamdulillaah... hari ini dia makannya GA TERLALU LAMA< GA TERLALU BERANTAKAN JUGA, dan Masih tetap ga habis tapi lumayan lah....
Hehee... ternyata memberi makan anak pada saat dia lapar dan dia sudah mood makan lebih menyenangkan buat dia dan juga buat mommy....



 #hari3
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional



Jumat, 26 April 2019

Asyiik.... Aku bisa makan Sendiri

Jumat, April 26, 2019 0 Comments



Asyiiik.... Aku Bisa makan Sendiri!!!
Hai bunda... siapa nih, yang saat ini punya anak todler dan lagi berjuang si kecil makan sendiri? Nah saya pun demikian, kali ini saya bertekad membuat anak senang dan bisa makan sendiri. 

Makan sendiri adalah salah satu bentuk kemandirian anak. Sejak usia 1 tahun seharusna anak suda bisa dan biasa makan sedniri, bahkan makan sendiri ini kini sudah mulai diterapkan sejak anak berusia 6 bulan. Iya, 6 bulan yaitu dengan membuat mp asi (makanan pendamping ASI) dengan metode BLW (Babby Led Weaning). 
Kegiatan makan melibatkan banyak kemampuan yang harus dikuasai anak. Banyak tahapan yang harus dilalui anak untuk bisa mengantarkan makanan sampai ke dalam mulutnya. Pertama, anak harus melihat makanannya, mengambil makanannya dengan tangan, kemudian membawanya sampai ke mulut, menyesuaikan dengan letak mulutnya, membuka mulutnya, mengunyah sampai menelan makanan. Setelah anak bisa makan dengan tangan anak akan belajar makan dengan  sendok. Nha, belajar memegang sendok ini termasuk malatih  dan mengembangkan keterampilan motorik halusnya
Salah satu yang harus kita pahami dalam membuat anak mau makan sendiri adalah membuat anak itu senang makan sendiri, jadi kalau mereka udah senang makan sendiri makamereka juga akan mau makan sendiri.  Jadi  Bagaimana kalau kebalik, anaknya sih senang dan mau makan sendiri, (ketimbang di suapin,  misalnya) tapi belom bisa, masih berceceran? Nah menurut saya ini malah bagus tinggal di latihkan aja ke anak, di biasakan, maksudnya... karena anak sudah mau dan senang tinggal ibuknya yang membuat dia berlatih makan sendiri.  
Kalau di saya nih, biasanya saya nya yang kurang konsisten membuat anak makan sendiri, terkesan lama, berceceran, atau tidak habis adalah alasan utama yang membuat saya menyerah dan menyuapi anak anak. Jangan di tiru ya bunda sayang....
Naaah... sebenarnya bagaimana sih mengajari anak makan secara bertahap. anak anak biasanya mulai mengenal makanan dengan memegang makanan itu (fingger food) lama lama mereka akan belajar menggunakan sendok untuk makan (spoon feeding)
mana yang akan bunda pilih? finer food atau spoon feeding? sebenarnya finger food akan lebih dulu dilalui anak dalam proses pembelajarannya mengenal makanan, selanjutnya mereka akan berusaha makan dengan menggunakan sendok. Namun tidak ada salahnya kalau anak anak yang bisa makan dengan menggunakan sendok juga makan menggunakan tangan.
Berikut perbedaan finger food dan spoon feeding:

1. Memberi anak makanan yang bisa dipegang oleh tangan (finger food)
Pertama kali mengenalkan makanan kepada si kecil, bisakita  mulai dengan memberi anak makanan yang bisa dipegangnya. Hal ini dapat melatih bagaimana anak menggenggam makanan lalu membawa makanan sampai ke mulut dan memakannya. Makanan yang bisa digunakan sebagai finger food adalah makanan yang mudah digenggam oleh anak dan bertekstur lunak.
Contoh finger food, adalah buah apel yang dipotong, pepaya dipotong kecil, brokoli kukus, wortel kukus, kentang rebus yg dipotong, dan banyak lagi. Semua makanan ini dipotong dan disesuaikan agar bisa di ambil dan di makan si kecil. .
Bunda bisa memulai tahapan ini sejak anak berusia di atas 6  bulan,  yakni pada saat anak diperkenalkan dengan MP ASI  yakni dengan membeerikan anak MP ASI metode BLW. Selain itu bunda juga harus memperhatikan beberapa hal diantaranya : anak sudah mampu mengambil benda yang ada di sekelilingnya, sudah mampu duduk sendiri, serta sudah mampu mengunyah dan mengeluarkan makanan. Ingat, perkembangan bisa berbeda-beda antar anak.
2. Mengenalkan anak dengan sendok sebagai alat untuk makan
Setelah anak sudah bisa makan sendiri dengan finger food, bunda bisa mengajak anak untuk makan menggunakan sendok. Tahapan memperkenalkan anak dengan sendok untuk makan dapat dimulai sekitar usia 12-15 bulan. Ini mungkin akan berbeda-beda tiap anak.
Walaupun anak makan sendiri dengan sendok pasti membuat kotor karena makanan terjatuh, namun membiarkan anak makan dengan sendok pada usia lebih dini dapat mendorongnya untuk belajar mengembangkan kemampuan makan sendiri. Kita mungkin akan merasa kesal ya bunsay saat anak selalu menjatuhkan makanannya waktu  makan sendiri dengan sendok, namun ini merupakan bagian dari perkembangan anak.
Pada usia 18 bulan, anak mungkin akan lebih lihai menggunakan sendok untuk memberi makan dirinya sendiri. Dan, pada usia 2 tahun atau 3 tahun, anak sudah mampu menggunakan sendok untuk makan tanpa terjatuh.

Nah Sofia sudah mulai makan dengan tangan (finger food sejak usia 8 bulan) karena mamak takut waktu mau ngasih dia finger food pas usia 6 bulan, takut kesedak lah, daan banyak lagi ketakuan emak emak newbie, walaupun sebenarnya ketakutan ini tidak perlu ya bun... kenapa? Karena bagaimanapun anak mempunyai fitrah makan, dan mereka akan mengeluarkan atau memasukkan makanan ke dalam mlutnya dan tentu saja tanpa tersedak karena mereka memiliki fitrah makan tersebut. 
Bagaimana dengan makan memakai sendok? Nah, Sofia makan menggunakan sendok sejak usia 11/12 bulan. Namun,,, hingga saat ini usianya menginjak 20 bulan, saya masih juga sering menyuapi dia, terutama pada saat makan sore/ malam. Kenapa? Ya karena proses makannya yang lama dan kadang berantakan, lebih sering ndak habis juga, padahal BB (berat badan ya... bukan Balance Bike, hehe) Sofia ini tergolong ngepres bangeet untuk anak seusianya. Untuk itu demi mengejar berat badannya normal kembali, maka emak cenderung memilih untuk menyuapi nya. 
Dengan adanya tantangan kemandirian ini maka mia bertekad untuk melatih Sofia makan sendiri kapanpun dan apapun kondisinya. (kecuali dia sedang sakit kali yaaak? Hihi semoga gak lah, semoga sehat terus ya naak anaak....)
Nah, pada challenge hari ke dua ini proses makannya tak jauh beda dari hari sebelumnya
Bagaimana ?
LAMA. Hehe iya...sofia maknnya masih lamaa sekali. Terkesan di emut... hehe, apa karena kebiasaan saya yang juga makan nya lama ya? tapi itu dulu waktu belom punya anak, sekarang maah sikat habis dalam waktu sesingkat mungkin...eeeh (kalau ga gitu ya ga makan buk...heheh)
Berceceran? Hmmm.... kayaknya strategi baru mia yaitu pakai alas ga mempan, hari ini dia tidak mau makan di high chair ya.... tapi di kursi makan, okay lah! Ndak papa, ntar mamak nyapu dikit n ngepel dikit yang penting buat sekarang kamunya mau makan.
HABIS? Nggak laaah... hihi,,, seperti biasa porsi makan yang cuman seporsi dan dia makan cuman separuh atau dua pertiga. Its okay, karena mia percaya dengan pepatah, kalau anak butuh makan dia akan makan, jadi jangan khawatir kalo anak kelaparan... hehe (mia lupa itu pepatah siapa yang bilang, yang pasti mia baca di bukunya bunda cekatan keluaran iip) wkwkw... maaaf ya bund, sumber tidak valid....
Yang jelas konsistensi mia benar benar teruji
Mungkin harus terus dievaluasi mengapa Sofia ini 
  • Makannya lama dan ga habis? kalo dipikir pikir Sofia akan menghabiskan waktu lebih lama saat dia makan siang dan makan sore. Mengapa? naahaa mungkin kalau pagi dia lapar, benar benar lapar maksudnya, karena bangun tidur biasanya dia cuman minum air putih sama vitamin aja dari dokter, sengaja ga diminumin susu karena pengalaman sebelumnya kalo kena susu dulu dia ga mau makan. sementara kalo makan sian dan sore mungkin ya... dia udah kebanyakan nyamil... makan selain nasi dan minum susu juga. lain kali mia harus atur jam makan kamu nak, tapi kasihan juga ya kalo pengen ngemil trus ga dibolehin. hiihhi
  • berantakan. kalo ini sebenarnya mia paham ya,,, namanya juga belajar, sebenarnya dibanding duu awal awal belajar makan, sekarang in banyak kemajuan lhooh. tingkat berantakannya makin berkurang. Kecuali kadang nihh, mia juga ga tahu kenapa dia biasanya ambil makanan yang dia suka aja, misalnya sayur wortel. lainnya? sisanya maksudnya, ya di acak acak... jadilah mia harus ekstra pengawasan kalo dia lagi makan...
  • antara food finger dan spoon feeding sebenarnya Sofia lebih suka dan nyaman pake Finger food... jadi terkadang makan dengan sayur pun, (dan disiapin sendok), Sofia masih juga ambil makanannya dengan tangan. emang lebih nikmat ya nak? apalagi kalo makan ceker dan sejenisnya.... hehehhe


Naah,sampai jumpa hari besuk semoga ada peningkatan buat challenge besuk ya bund, mungkin sofia lebih ahl lagi maknnya jadi ga berantakan, dan mia lebih sabaar lagi pas nungguin dia makan, hehe...

L

#hari2
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Dafar Referensi:
Komunitas Ibu Profesional. 2017. Seri Ibu profesional -12 Ilmu Dasar mendidik Anak. Surakarta: Gaza Media
Materi Kuliah Bunda Sayang. Melatih Kemandirian Anak. Kelas Bunda Sayang Batch #5. Institut Ibu Profesional
Veratamala, Arinda & Savitri, Tania, dr. 2017. Tips Mengajarkan anak makan secara bertahap. https://hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/mengajari-anak-makan-sendiri/

Kamis, 25 April 2019

Melatih Kemandirian Anak-day1

Kamis, April 25, 2019 0 Comments




Assalamualaikum bunda....
Hari ini kita bertemu lagi setelah saya absen beberapa hari. Sekarang kita akan berbicara mengenai Kemandirian Anak. Mengapa kemandirian ini penting?
Sebelum itu kita harus tahu dulu apa sih yang dimaksud dengan kemandirian? Kemandirian adalah sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan perbuatan yang cenderung individual (mandiri), tanpa bantuan dan pertolongan dari orang lain. Kemandirian identik dengan kedewasaan, berbuat sesuatu tidak harus ditentukan atau diarahkan sepenuhnya oleh orang lain
Menurut Bacharuddin Mustafa (2008) kemandirian adalah kemampuan untuk mengambil pilihan dan menerima konsekwensi yang menyertainya.Kemandirian pada anak-anak mewujud ketika mereka menggunakan pikirannya sendiri dalam mengambil berbagai keputusan; dari memilih perlengkapan belajar yang ingin digunakannya, memilih teman bermain, sampai hal-hal yang relatif lebih rumit dan menyertakan konsekwensi-konsekwensi tertentu yang lebih serius
Kemandirian anak sangat diperlukan dalam rangka membekali mereka untuk menjalani kehidupan yang akan datang.  Dengan kemandirian ini seorang anak akan mampu untuk menentukan pilihan yang ia anggap benar, selain itu ia berani memutuskan pilihannya dan bertanggung jawab atas resiko dan konsekwensi yang diakibatkan dari pilihannya tersebut.
Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.

Apa yang diharapkan orang tua dari anak anak ketika mereka telah dewasa adalah menjadi diri yang mandiri bukan? Karena itu persiapan untuk memandu kemandirian anak diperlukan sedini mungkin.  Orang tua mana yang tidak akan bangga jika mrmiliki putra putri yang mandiri sejak usia muda?
Jika kita memiliki anak perempuan, maka kita tengah menyiapkan calon ibu yang kuat buat keluarga. Bila kita memiliki anak lai laki maka dia akan menjadi pemimpin bagi diri sendiri, bagi keluarganya kelak, dan perantara rejeki bagi orang lain.

Kapan waktu yang tepat untuk memulai melatih kemandirian pada anak anak? Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental.
Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.


TOLAK UKUR KEMANDIRIAN ANAK USIA 1-3 TAHUN
Saat ini Sofia menginjak usia 2 tahun. Dimasa usia 1-3 tahun anak dapat diajarkan untuk mengontrol diri sendiri. Mereka diharapkan untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Misalkan keinginan untuk BAK/BAB , mereka setidaknya bisa mengutarakan keinginannya untuk pergi ke kamar mandi, Atau ketika lapar, mereka bisa mengutarakan keinginanya untuk makan, membutuhkan makanan. Idealnya mereka bisa dilatih untuk  menyelesaikan urusan diri sendiri.

Kunci untuk orang tua dalam memandu kemandirian anak di usia ini adalah:
·         Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.
·         Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua
·         mengalami tantangan yang luar biasa.
·         Komitmen dan konsisten dengan aturan

Dalam tantangan 10 hari kali ini yang ingin saya terapkan kepada Sofia adalah:
1.     Bisa makan Sendiri dan Minum Sendiri (bisa ambil minum sendiri) – (day 1-5)
2.    Bisa memakai baju/celana/kaus kaki sendiri dan melepas baju sendiri serta menaruhnyadi bak kotor  -  (day 6-10)
3.    Bisa sikat gigi sendiri (day 11-15)

Bismillah semoga bisa sampai 15 hari... kalau tidak bisa semoga bisa di cut sampai 10 hari, amiiin

HARI 1
Bismillah... saya mulai hari pertama dengan makan sendiri.
Sebenarnya kebiasaan makan sendiri sudah saya latih sejak dia mula bisa pegang makanan.  Kurang lebih usia 9 bulan dan terus meningkat sampai dia belajar pegang sendok kurang lebih usia 12 bulan.
Namun memang saya akui saya tidak konsisten, karena membiarkan dia makan berarti membuang waktu saya sekian menit untuk menemani dia makan, karena tanpa ditemani dia akan membuat makanan berantakan, pernah sesekali dia membuat makanan rata di high chair dan lantai dibawahnya. Terus terang mamak jadi merasa ngilu.... sehingga saya akhirnya menyerah untuk menyuapi.
Tantangan ketiga selain LAMA dan BERANTAKAN adalah TIDAK HABIS
Iyaa.... Sofia kalau makan sendiri lebih sering tidak habis, terkesan dibuat mainan, padahal saya sudah selalu menyediakan 1 porsi untuk setiap kali makan, bahkan terkadang saya kurangi sedikit demi melihat dia menghabiskan makanan, namun apa daya yang terjadi selalu saja sama, dia hanya makan beberapa suap dan akan beralih ke tempat lainnya unuk bermain ataupun untuk melakukan aktifitas yang lain.
Namun kali ini saya bertekad untuk membiarkannya makan sendiri.
Saya juga menurunkan ekspektasi saya, membiarkan dia sedikit berantakan (sedikit yaa...hehehe)
Membiarkan dia makan lama
Dan membiarkan dia makan sesuai kebutuhan dia

So simpel? Tidak juga! Selama dia makan saya juga kembali menerapkan komunikasi produktif dan sesekali membacakan buku cerita untuk dia agaaaar fokusnya tidak beralih. Bagaimana hasilnya?
Apa dia bisa makan sendiri? Bisa, pastinya
Apa berantakan? Iya, sedikit (hahhaa)
Apa lama? (ya, memang lama dibanding kalo saya yang makan)
Dan apa kali ini dia menghabiskan makanan? TIDAK... seperti biasanya, as always she does it...
Naah intinya, saya akan terus mencoba dia suka dan bisa makan sendiri... ITU saja sudah CUKUP bagi saya... hehe
*turunkan ekspektasi ya bunsay.....


#hari1
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Dafar Referensi:
Komunitas Ibu Profesional. 2017. Seri Ibu profesional -12 Ilmu Dasar mendidik Anak. Surakarta: Gaza Media
Materi Kuliah Bunda Sayang. Melatih Kemandirian Anak. Kelas Bunda Sayang Batch #5. Institut Ibu Profesional
Mustafa.Bacharuddin. 2008. Memahami perilaku Kemandirian Anak Usia Dini. https://pusatkemandiriananak.com/memahami-perilaku-kemandirian-anak-usia-dini/