Tampilkan postingan dengan label memandu kemandirian anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memandu kemandirian anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2019

Biasa MInum Pakai Gelas

Rabu, Mei 01, 2019 0 Comments


Assalamualaikum bunda....
Agenda hari ini masih sama seperti agenda hari kemarin ya, bagaimana membiasakan anak minum menggunakan gelas.
Dalam latihan minum menggunakan gelas ini ada beberapa tahapan pembelajaran minum menggunakan gelas sesuai dengan usia nya, Bagaimnakah itu? Yuuk.. kita pelajari bagaimana bayi belajar minum sesuai dengan usia nya.
  • Usia 0-6 bulan. Pada saat bayi lahir hingga usia 6 bulan secara alami memiliki refleks mengisap (rooting reflex) sebagai keterampilan awal untuk minum ASI. Refleks ini akan memungkinkan bayi mampu membuka mulut lalu melakukan gerakan mengisap dan menelan begitu jari ibu ditempelkan ke pipinya. Gerakan mengisap ini akan diikuti dengan gerakan lidahnya untuk mendorong dan menekan puting payudara ibu, sehingga air susunya terpancar ke luar.
  • Usia 6-9 bulan. Rahang bayi akan semakin kuat, giginya mulai tumbuh, dan lidahnya sudah mampu mengendalikan sesuatu yang masuk ke dalam mulutnya. Ini meningkatkan keterampilan minum dan menelan si kecil Anda. Gelas bertutup dengan ujung lubang berbentuk meruncing (sippy cup) dapat menjadi sarana si kecil untuk mulai melatih keterampilan minum dari gelas.
  • Usia 9-12 bulan. Di usia ini anak sudah mampu mengendalikan kecepatan minum. Dia dapat mengatur volume cairan yang ditelan serta ngemut alias mengulum sehingga air tertahan di dalam rongga mulutnya sejenak sebelum akhirnya ditelan. Pada tahapan ini Bunda sudah dapat mulai membiasakan anak minum dengan menggunakan sedotan. Selanjutnya, setelah dia kian terampil menggunakan sedotan, Bunda dapat memperkenalkan gelas kepadanya.
Nah, ketika anak kita sudah mahir minum dari gelas maka kita tetap harus telus melatih anak agar terampil minum dari gelas. Tentu saja hal in tidak mudah bunda karena seperti yang kita bahas sebelumnya pada saat latihan minum menggunakan gelas ini, anak akan mudah menumpahkan air ke bajunya, selain itu masih ada kemungkinan anak akan tersedak karena itu bunda harus terus mengawasi anak dalam hal minum ini ya bunda...

Untuk challenge hari ke tujuh ini, sebenarnya tidak banyak peningkatan yang diperoleh Sofia terutama dalam hal minum dari gelas. Dia masih suka minum dengan cepat sehingga kadang tersedak, dan bajunya basah semua. Hanya saja saya mengantisipasi hal ini dengan tidak membiarkan dia minum dari gelas dalma jumlah yang banyak.
Untuk review latihan kemandirian hari 1-7 ini, yaitu latihan manak dan minum sendiri, maka dapat kita peroleh bahwa:
1.     Selama tujuh hari ini, aktivitas makan sofia mulai lancar dan mau makan sendiri dengan catatan dia makan sesuai dengan keinginan dia (menunggu dia lapar, dan minta), makan dengan menu yang beragam, tidak minum susu atau makan camilan dulu dalam waktu dekat sebelum makan, membiarkan dia merasa enjoy dengan makan- salah satu caranya adalah dengan membiarkan dia makan menggunakan alat alat makan yang dia pilih sendiri-.
Selain itu dia mulai rapi saat makan, dalam artian dia mulai tidak terlalu mengacak acak makanannya, bukan berarti tidak berantakan ya bunda.... tapi sudah banyak berkurang. Kalau mengenai waktu makannya, ya dia masih terkesan lebih lama saat makan sendiri daripada ketika makan disuapi.

2.    Untuk aktifitas minumnya, Sofia masih belum banyak mengalami kemajuan, minumnya masih terkesan terburu buru sehingga menyebabkan dia rawan tersedak serta airnya masih tumpah ke bajunya..


Baiklah bunda demikian latihan kemandirian Sofia untuk pekan pertama ini, yakni makan dan minum sendiri, semoga masih tetap berlanjut konsisten dan mia juga komit ya untuk tetap melatih Sofia makan sendiri.

#hari7
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Dafar Referensi:
Author. NN. Cerdas Pakai Gekas. https://www.ayahbunda.co.id/balita-tips/cerdas-pakai-gelas
Komunitas Ibu Profesional. 2017. Seri Ibu profesional -12 Ilmu Dasar mendidik Anak. Surakarta: Gaza Media
Materi Kuliah Bunda Sayang. Melatih Kemandirian Anak. Kelas Bunda Sayang Batch #5. Institut Ibu Profesional




Selasa, 30 April 2019

Aku Bisa Minum dengan Gelas

Selasa, April 30, 2019 0 Comments


Assalamualaikum,,,
Apa kabar bunda sayang...
Hari ini Mia mau bercerita tentang Sofia minum sendiri. Minum sendiri di sini ditekankan memakai gelas ya bund, sebenarnya Sofia minum pakai gelas sudah lama sekali sejak usia 8 bulan pas nenen lagi bermasalah, Sofia minum ASI pakai gelas. Jadi emang sama Mia ga di latih pakai dot ya, cuman pas waktu itu Sofia lebih banyak minum pakai sedotan, dari pada langsung minum pakai gelas.
Nah, sampai sekarang masih PeeR banget buat Mia agar Sofia minumnya nggak tumpah tumpah, jadi kalo Sofia minum dari gelas itu biasanya bajunya ikut basah semua... dan bayangin deh kalo pas minum trus air nya tumpah dilantai, lantainya jadi licin dan dia bisa jatuh kan bunda.... jadi khawatir.
Hehe...Sofia di usia 18 bulan juga udah bisa ambil minum sendiri di dispenser, nah ini yang bikin Mia khawatir kenapa? Karena Sofia kalo ambil minum di despenser harus naik kursi dulu, makannya bikin ngilu kalo pas Mia ga awasin Sofia. Tahu tahu aja dia udah nangkring di kursi. Hohoho...
Sebelum, kita cerita lagi soal Sofia yang hari ini topiknya adalah belajar minum sendiri. Sebenarnya topik ini masih berhubungan dengan latihan kemandirian kemarin, sepaket dengan makan sendiri.... tapi dari kemaren Mia ga fotoin Sofia saat minum sendiri, jadi hari ini dan besuk kita fokus ke Sofia minum sendiri dan hari ke -8 nantinya kita akan move on ke latihan kemandirian yang lain. Yaitu pakai celana, kaus kai dan sepatu sendiri. Hmmm... kalau baju belom bisa ya,,, kecuali bajunya lansung gitu model daster, Sofia belom mahir ngancingin.... eeh kalo main resleting sih bisa ya,,, cuman dia blom punya baju yang pake resleting...hehe

Okaay...kita belajar dan intip sedikit mengenai anak anak minum ya...
Kapan sih kita mulai mengajari anak anak minum dari gelas, dan apa untung ruginya kalau anak anak minum pakai botol?
Menurut para pakar, bayi bisa mulai diajarkan untuk minum dari gelas ketika menginjak usia 6 bulan. Tentunya ia tidak langsung minum dari gelas seperti milik orang dewasa melainkan menggunakan gelas dot balita atau sippy cup. Pilih sippy cup yang memiliki ujung fleksibel dan lembut sehingga lebih nyaman bagi bayi.
Ketika bayi berusia 9 bulan, bunda bisa melatihnya menggunakan sippy cup yang memiliki sedotan. Pertama kali mungkin sulit dan bayi terkesan tidak suka, tapi jangan khawatr bunda...dan jangan di paksa bunda bisa mencoba sedikit demi sedikit menggunakan susu atau minuman favoritnya ya.... dengan begitu bayi akan tertarik dan suka minum dengan sedotan. 
contoh  sippy cup


Apabila bayi sudah mulai lancar minum dengan menggunakan sedotan, maka bunda bisa mulai melatihnya untuk minum dari gelas. Sama halnya dengan melatih minum dari media lainnya, bayi mungkin akan belepotan dan kesulitan minum dari gelas. Bahkan mungkin ia akan melempar botol minum tersebut. Untuk itu, pilih gelas plastik untuk bahan latihan minum dari bayi.
Sofiapun demikian, saya menyediakan gelas plastik berwarna warni agar dia bisa memilih sendiri gelasnya dan apabila gelas jatuh atau dilempar tidak pecah dan tidak berbahaya buat dia.
Melatih anak untuk minum dari gelas membutuhkan koordinasi antara tangan dan mulut yang baik. Karena itu perhatikan juga kesiapan bayi untuk beralih media minum.
Melatih anak untuk minum dari gelas juga baik untuk melatih bayi yang dirasa sudah terlalu lama minum susu menggunakan dot. Minum dari dot terlalu lama selain dapat memicu kerusakan gigi juga dapat mengubah susunan gigi bayi. Untuk itu, bunda bisa melatih bayi minum dari gelas sejak si kecil berusia kurang dari dua tahun.
Yang sering kali membuat anak malas adalah karena dengan botol dia bisa minum sambil tiduran sementara dengan gelas lain dia harus minum sambil duduk. Jadi supaya dia mau, tentu saja pada saat peralihan ini, Bunda perlu dengan sabar menemaninya. Mengingatkan dia dengan halus untuk duduk, misalnya dengan memberi contoh dan memberi semangat.

Selama masa transisi mengajari anak dari minum botol atau dari nenen ke gelas, bunda harus  Bersiap untuk cucian baju kotor yang lebih menumpuk tinggi dan lebih sering membersihkan lantai. Susu atau jus bisa jadi akan tercecer di mana-mana, dan Si Kecil membutuhkan waktu lebih lama untuk menghabiskan minumannya karena perhatiannya akan lebih mudah terpecah untuk hal lain.
Namun jika Anda terus mengarahkan bayi minum dari gelas, dan tetap bersabar meski lantai rumah sering terasa lengket akibat tumpahan minuman, lambat laun Si Kecil akan terbiasa meminum susu dari gelas dengan sekali teguk.

Lalu bagaimana dengan si kecil yang sudah terbiasa minum menggunakan dot? Lakukan Perpisahan secara bertahap
Bila Si Kecil sudah terbiasa minum dengan botol (dot), kita tidak bisa secara mendadak mengenyahkan botol dan dot dari kehidupan Si Kecil. Batasilah kemunculannya pada saat yang spesifik, misalnya pada saat ia bangun di tengah malam untuk minum.
Selalu isi gelas bercucuk kesayangannya dengan minuman yang ia sukai, misalnya jus atau air putih, untuk menimbulkan ketertarikan bayi pada gelasnya. Kunci yang paling penting adalah Lakukan dengan konsisten setiap hari, apapun reaksi Si Kecil.
Jika minatnya untuk menggunakan gelas sudah tumbuh, inilah saat yang tepat bagi bunda untuk mengajak bayi mengucapkan selamat tinggal pada dot atau nenen ya bundsay....

Nah kita kembali ya... kelatihan Sofia minum menggunakan gelas.
Jadi seperti biasa setiap mau minum air putih, dia akan lari ke dapur mengambil gelas di meja dan langsung naik kursi, terus mengambil air di despenser dan mulai minum.
“pelan pelan” kata saya,sambil berusaha untuk tidak pegang kendali alias memegang gelasnya
Tapi eh tapi entah dia memang sudah berusaha pelan atau memang minumnya segitu ya... akhirnya airnya pun tumpah ke bajunya...
Okaay, sya hanya mberusaha menenagkan diri, dan siap siap mengganti baju dia
“sudah?”
 Tanya saya dan mengawasi sofia turun dari kursi...
Sebelum dia lari saya mencoba memintanya melepas baju...
“ayuuk ganti dulu, bajunya basah....”
Diapun melepas baju, karena ini bajunya tak berkancing jadi dia bisa langsung angkat bajunya ke atas, dan masih meminta bantuan saya saat melepas melalui lehernya.

Yaaay...begitulah bunsay, saya harus melatih diri agar sabar, konsisten, dan sabar dan konsisten.... hihi... selama persediaan baju masih banyak its okay....

Salam semangat bunsay....

#hari6
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Dafar Referensi:
Author. NN. Melatih anak minumdari gelas. https://doktersehat.com/melatih-anak-minum-dari-gelas/
Komunitas Ibu Profesional. 2017. Seri Ibu profesional -12 Ilmu Dasar mendidik Anak. Surakarta: Gaza Media
Materi Kuliah Bunda Sayang. Melatih Kemandirian Anak. Kelas Bunda Sayang Batch #5. Institut Ibu Profesional

Senin, 29 April 2019

Membuat Saat Makan Menjadi Waktu yang Menyenangkan bagi Anak

Senin, April 29, 2019 0 Comments





“Sofia... mau makan sekarang atau nanti?”,
sejak belajar komunikasi produktif saya  mencoba selalu memberi pilihan pad Sofia, termasuk waktu makan
“na...main” okay dia masih mau main
Tapi ini udah terlalu siang buat sarapan, kami tadi berkeliling blok dulu sekalian jalan jalan pagi juga buat adik baby, jadilah pulang pulang sudah agak siangan.
Saya kemudian membiarkan main sejenak, lalu menyiapkan makananya di mangkuk kecil kesukaan dia, kemudian mengambilkan high chairnya dan membawanya ke ruang tengah, dimana dia biasa main di situ.
“Sofia mau makan disini?” tanya saya
Dia menoleh dan mengangguk angguk
“ya ya ya”
“ okay....” kata saya
Eeeh.... ternyata dia tetiba lari ke belakang, kenapa ya...
Saya hanya mengawasi saja mungkin dia mau mengambil sesuatu
Ternyata benar dia mengambil sedok dinosaurus, hadiah dari beli koko crunch beberapa waktu lalu. Saya lalu meletakkan pmangkuk Sofia di high chair, tapi dia menolak makan di high chirnya dan dia mengambil mengkoknya, sambil duduk di matras dia makan....nyam nyam nyam
“hmmm....” saya hanya membatin, ini matras pasti ya bakalan kotor semua.... hehe, tapi biarlah, apalagi dia biasanya makannya masih pakai dua tangan, jadi tangan kanan pegang sendok, tangan kiri pun ikutan masuk ke mulut....sehingga makanan pun tambah berceceran ke mana-mana....hahahaha

Okaay... sabaar, bisikku dalam hati, namanya juga masih belajar kan?
Saya lupa harusnya saya tadi antisipasi pakai koran di bawahnya, ah tapi beberapa hari ini selalu gagal,,, sepertinya Sofia berpikiran dia tidak suka makan beralaskan koran atau perlak, mungkin dia merasa tidak nyaman kalo mengotori koran atau perlak,,,, 

hmmm..... ya sudahlah, toh beberapa hari ini dia mulai makan dengan baik, apa gegara ikutan challenge ya.... soalnya pas lagi ada challenge ini dia tidak terllau membuat makanannya berantakan. Hihi...


Bunda sekalian, hari ini saya mencoba menerapkan suasana yang menyenangkan buat anak saat mereka makan. Jadi karena dua hari kemaren Sofia hampir saja mogok makan, maka Mia pun mencoba mencari literasi mengenai gimana sih cara membuat waktu makan itu jadi menyenangkan?

Dilansir dari essentialbaby.com, (Tim Essential Baby) meminta para ibu menceritakan pengalaman apa saja usaha yang telah mereka lakukan untuk menciptakan suasana waktu makan anak menjadi lebih menyenangkan, termasuk ritual keluarga.

1. Makan bersama sekeluarga
Bisa berkumpul bersama keluarga di meja makan, membicarakan banyak hal menyenangkan adalah hal yang sangat menyenankan bukan? Hal ini juga penting bagi anak agar lebih akrab dengan semua anggota keluarganya.

2. Beri tatakan makanan yang bergambar lucu
Anak-anak lagi senang melihat gambar-gambar lucu, seperti hewan, atau kartun favoritnya. Dengan memberinya tatakan sesuai yang dia suka, otomatis makannya akan menjadi lebih lahap.
Tetapi ini berbeda beda ya Mom, Sofia agak kurang suka dengan ini...saya hanya berfikir mungkin usia Sofia yang masih suka bereksplorasi atau karena dia adalah anak kinestetik sehingga dia tidak terlalu peduli dengan tatakan mejanya...hehehe

3. Pilih satu set perlengkapan makan yang menarik
Nah, biasanya setiap anak akan memiliki mainan yang jadi favorit mereka. Demikian juga dengan peralatan makan, anak juga akan menyukai peralatan makan yang lucu dan unik, bunda dan mommy bisa mengajak anak saat membeli peralatan makan buat mereka dan biarkan mereka memilih sesuai dengan keinginan mereka.

4. Belikan gelas khusus
Sama seperti di atas, gelas pun bisa menjadi pilihan agar anak suka minum sendiri. Biasanya Sofia menyukai gelas dengan warna tertentu, dan kami menyediakan beberapa gelas plastik kecil berwarna warni, dan ketika minum, dia bisa mengambil gelasnya sendiri

5. Pakai sendok karet untuk anak yang sedang tumbuh gigi
Anak yang sedang mengalami tumbuh gigi tidak akan merasa nyaman dengan mulutnya. Dia akan cenderung malas makan karena kesakitan. Sebaiknya gunakan sendok karet agar anak lebih nyaman.

6. Cuci tangan sebelum makan
Hidup bersih dan sehat harus mulai diajarkan sejak kecil ya bunda sayang.... kebiasaan mencuci tangan juga bisa menjadi pertanda bagi anak bahwa ini adalah saat makan.

7. Mulai dengan meminta berdoa
Sama dengan mencuci tangan, anak anak bisa mulai diajarkan kebiasaan untuk berdoa sebelum makan. Hal ini selain mengenalkan dan menanamkan tauhid kepada anak, juga membangun kebiasaan yang positif pada anak. Saat makan juga merupakan saat yang tepat untuk mengajarkan anak anak tentang fitrah keimanan mereka.
8. Manfaatkan mainan anak
Dengan memanfaatkan mainan kesukaan, anak akan merasa bahwa waktu makan sama seperti bermain. Sehingga, saat dipanggil makan anak segera datang tanpa disuruh. nya

Nah, deminian bunda beberapa tips yang bisa dipakai untuk membuat waktu makan anak menjadi menyenangkan
Okaay...semoga sukses selalu yaaa.....
Salam ibu profesional!

#hari5
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Dafar Referensi:
Komunitas Ibu Profesional. 2017. Seri Ibu profesional -12 Ilmu Dasar mendidik Anak. Surakarta: Gaza Media
Materi Kuliah Bunda Sayang. Melatih Kemandirian Anak. Kelas Bunda Sayang Batch #5. Institut Ibu Profesional
Quenda, Avrizella. 2017. 10 Inspirasi agar waktu makan anak menjadi lebih menyenangkan. https://nakita.grid.id/read/0210224/10-inspirasi-agar-waktu-makan-anak-menjadi-lebih-menyenangkan?page=all
 



Sabtu, 27 April 2019

Memaksa Anak Makan? Jangan ya Mom....

Sabtu, April 27, 2019 0 Comments




"Ayoook dong Sofianya makan dulu"
dan Sofia tetap menggeleng
"okay...kita mainan ini dulu ya..." menunjuk flash card hewan, Sofia suka main tebak gambar
"Habis itu Sofia makan ya...."
15 menit kemudian
"Nah... udah selesai, " sambil  menyingkirkan flash card
"yuuuk kita makan dulu ya..." membawa piring ke high chair, di depan Sofia
Sofia nya tetap menggeleng dan tidak menggubris makanannya
"Teteh harus makan, kan lapar nanti..."
Tetap menggeleng

 Duh...duh... kalau kayak gini Mia bisa ikutan ngambek...
wkwkwkw

********

Hai.... bunda hebat, 
bertemu lagi di sini masih dengan kupas mengupas soal anak makan sendiri. Nah tantangan terbesar buat saya selain membuat anak bisa makan sendiri dengan rapi, habis dan cepat (hehee... emak nya tinggi banget ekspektasinya), adalah saat Sofia mulai enggan makan atau GTM (Gerakan Tutup Mulut), bahkan saat ditawarin mau makan apa? bakso, roti? spaghetti (karena biasanya pas mia makan indomie, sofia dialihkannya makan spaghetti...wkwkwk- jadilah dia belom tahu rasa enaknya indomie) masih juga tetep ndak mau makan. Masih tetep geleng kepala. Masih tetap tutup mulut dengan rapat. haduuuuuh....

Pastinya mommy dan bunda yang mengalami hal seperti saya jadi cemas kan ya? akhirnya memaksa menyuapi anak makan. Saya pun demikian! saking cemasnya anak GTM saya terkadang jadi agak memaksa gitu agar Sofia mau makan. Bahkan terkadang saya maksa makannya agak berlebihan.... 

Ternyata memaksa makan anak tidak baik lho mom,,,, huhu ada dampak psikologis juga yang bakal dirasakan oleh anak jika kita memaksa makan 
apa saja sih akibatnya jika kita memaksa anak makan?
  1. muntah. Saat kita memaksa anak makan, sementara anak tidak siap untuk makan, secara reflek anak akan memuntahkan makannya dan isi perutnya malah keluar semua.
  2. anak benci makan. Sering memaksa anak makan, akan membuat anak merasa bahwa makan bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Anak akan merasa tertekan setiap kali diminta makan. Dia merasa betapa tidak enaknya dipaksa menelan makanan, padahal dia sedang tidak mau. sehingga lama kelaman anak akan membenci makanan.
  3. berbohong. nah ini dia, ujung ujungnya setelah anak membenci makan, maka anak akan cenderung mencari cara agar dia tidak dipaksa makan, misalnya membuang makannannya, menyatakan dia tidak lapar, atau mengatakan kalau dia sudah makan padahal belom. 


Setelah tahu begitu, akan lebih baik jika kita ga memaksa anak makan ya mom... Sebaiknya kita tunggu samapi anak menginginkan makan, atau kita buat suasana yang menyenangkan saat dia makan. salah satu yang biasa saya lakukan adalah mengajak Sofia makan bersama Namun makan bersama bia adalah hal yang hanya bisa terjadi saat weekend saja. karena setiap pagi, bia sarapan di kantor dan makan malampun sudah lewat batas makan malamnya Sofia.
Nah untuk kali ini yang saya lakukan adalah membiarkan Sofia beraktifitas dulu sesuka hatinya, saya sengaja tidak memberinya camilan, karenaa...kalo dia makan camilan bisa bisa dia tidak makan nasi, dan saya juga membatasinya minum, soalnya kalo kebanakan minum, dia akan kenyang dan malas juga untuk makan....

daaaan akhirya setelah lewat pukul 9, dan saat ipin upin habis tayang, dia akhirnya merengek juga.... meskipun dia nggak bilang lapar. Saya pun langsung menawarinya makan
"Teteh makan ya?"
Dia masih diam, tapi kelihatannya mulai tertarik
"Kalau ga suka pake ayamnya, mia ganti pake telor mata sapi ya...." saya pun mengambil makanan Sofia menarohnya di high chairnya
Beberapa waktu kemudian, dia naik dan duduk di high chairnya, eeeh tapi duduknya pake dua lutut.... 
okaay ga papa deh..... mia sabar yaa, dia mau makannya begitu.

Alhamdulillaah... hari ini dia makannya GA TERLALU LAMA< GA TERLALU BERANTAKAN JUGA, dan Masih tetap ga habis tapi lumayan lah....
Hehee... ternyata memberi makan anak pada saat dia lapar dan dia sudah mood makan lebih menyenangkan buat dia dan juga buat mommy....



 #hari3
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional