Jumat, 17 Juni 2016

Meraih Cinta Alloh di Ramadhan Penuh Berkah

Jumat, Juni 17, 2016 0 Comments
Rumah Cinta, Ramadhan ke 12 - 17 Juni 2016
Merdu nan indah suara adzan maghrib... tak terasa 12 hari telah lewat, bulan ramadhan yang penuh berkah seakan berlari meninggalkanku.

Ah...waktu, mengapa waktu selalu cepat berlalu, andai saja waktu itu bergerak lebih lambat di masa seperti ini. Waktu, berlalu seperti air hujan yang turun kebumi, begitu cepat seakan tak berjeda, mungkin bahkan jika mengingat masa yang telah lewat, waktu seolah olah lebih cepat merambat daripada kecepatan cahaya.

Jadi waktu yang tersisa ini....jika bisa melalui sampai akhir ramadhan, masih ada 18 hari lagi.... ya 18 hari lagi untuk mendapatkan lebih banyak rahmat dari Alloh, Rabb semesta alam yang Maha Pengasih lagi Maha Pencinta.

Cinta...hmmm... suatu kecintaan yang begitu agung dan begitu sempurna hanyalah pantas dimiliki oleh Allah SWT. Dia Rabb yang telah memberikan segalanya kepada semua makhluknya, memenuhi kebutuhan kebutuhan makhluknya tanpa disadari oleh sang makhluk itu sendiri, bahkan Allah merencanakan yang terbaik, mengawasi di setiap langkah dan setiap detik apa apa yang terjadi pada hambanya. namun terkadang hambanya lupa dan bahkan tak ingat atau bahkan tak tahu, bahw Dia tak sedetikpun meninggalkannya.

Di Ramadhan yang akan menghilang sebentar lagi, benar benar sebentar lagi..... sedikit kembali mengingat apa yang telah di sampaikan Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah dalam kitab Madaarijus Saalikhin, beberapa hal yang dapat dilakukan seorang hamba untuk bisa mendapatkan kecintaan, menumbuhkan dan memupuk kecintaan kepada Allah SWT. MAHABBATULLAH.....

Pertama, membaca alQuran dengan memahami dan merenungi setiap maknanya. Seperti halnya bagaimana para sahabat dan para salaf terdahulu, yang senantiasa menganggap bahwa Al Qur'an adalah laksana surat cinta dari Alloh SWT sehingga membaca nya berkali kali, merenungi nya tak akan cukup dilakukan hanya sekali. hingga sampai pada penjelasan dan maksud dari ayat itu. Atau seperti selayaknya yang kita lakukan terhadap diktat kuliah, atau sebuah literatur yang selalu kita baca berulang kali, kita pahami dan bahkan mungkin kita hafalkan, maka begitu pula selayaknya yang dapat dialkukan terhadap alQur'an

Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah setelah mengerjakan ibadah yang wajib; seperti yang telah disebutkan dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, bahwa Allah Ta’ala berfirman: “Siapa saja yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang kepadanya. Sesuatu yang paling Aku sukai dari yang dikerjakan hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku, yaitu apabila ia mengerjakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Seseorang itu senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah, sehingga aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengar, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihat, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk menyerang dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya ia memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya, seandainya ia berlindung diri kepada-Ku, niscaya Aku melindunginya.” (HR Bukhari)

Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An Nisa 103). Dengan terus mengingat Allah akan mencapai kecintaan kepada Allah SWT. ari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda , Allah swt berfirman : “ Aku tergantung pada persangkaan hambaKu. Dan Aku bersamanya jika ia mengingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam hatinya, Akupun mengingatnya dalam HatiKu. Jika ia mengingatKu dalam suatu majelis, Akupun mengingatnya dalam suatu majelis yang lebih baik dari mereka. Dan jika ia mendekatiKu sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Dan Jika ia mendekatiKu sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Dan jika ia mendekatiKu dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari (HR Bukhari, Muslim , Ahmad)

Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah.

Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

Ketujuh, menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain. Senantiasa berdoa untuk selalu diberikan kesempatan untuk bersama dengan orang orang yang mencintai Allah SWT Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Kesepuluh, menjauhi segala perkara yang dapat mengahalangi antara dirinya/ hati kepada Allah SWT

Semoga di sisa ramadhan ini bisa terus mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan cinta dari yang maha cinta....

Uhibbukum Fillah.....

Kamis, 17 Desember 2015

Tentang Air mata, Allah Tidak Membebani Seseorang Diluar Kemampuannya_ Jika Jatuh Maka Melompatlah Lebih Tinggi

Kamis, Desember 17, 2015 0 Comments
Aku Jatuh
Lalu bangkit
Lalu Jatuh Lagi
Bangkit lagi, jatuh lagi, dan bangkit lagi
Jatuh, bangkit, jatuh, lalu bangkit
Hingga tak tahu rasanya beda antara jatuh dan bangkit itu sendiri
Namun, ketika air mata menetes tak tertahankan
Ketika tiba-tiba lelah menerpa
Hingga rasa putus asa serasa memeluk jiwa
Berhenti bertanyalah diri mengapa ini terjadi

Mungkin benar, ketika ada orang bilang ketika kita jatuh, maka melompatlah lebih tinggi. Ya! Itu benar, namun bayangkan, melompat lebih tinggi dari tempat yang lebih rendah setelah kita terjatih tentulah bukan hal yang lebih mudah.
Sulit, terasa mengguncang badan dan mengurai air mata. Namun satu hal yang pastisaat itulah sesungguhnya Allah mengajari kita. mengajari kita bagaimana jalan yang benar jalan yang sesungguhnya kita tempuh.
Pernahkah kite berfikir mengapa kita jatuh? tak lain dan tak bukan semua itu adalah karena kesalahan kita sendiri. Mungkin, kita tidak pernah sadar melakukan kesalahan kesalahan itu, sehingga Allah membuat kita jatuh, untuk peringatan, untuk pembelajaran dan yang pasti untuk membuktikan bahwa Allah begitu penyayangnya dengan kita. Kita tak dibirkan terus menerus berada dalam jurang kesalahan dan untuk menyadarkan kita Allah membuat kita jatuh, itulah peringatan dari Allah. Peringatan bahwa kita telah salah atau berada di jalan yang salah. maka yang harus kita lakukan adalah menerima kesalahan ini, mengevaluasi diri dengan memohon ampun kepada Allah atas kesalahan kesalahan itu.

Lalu, pembelajaran dari Allah pun dimulai, untuk kembali meniti hidup ke jalan yang benar. tentunya setelah bermuhasabah diri dan memohon ampunannya, maka untuk memulai pembelajaran itu yang harus kita lakukan pertama kali adalah meluruskan niat. Niat semata mata karena Allah. Sungguh niat karena Allah.
Jika selama ini terlalu banyak niat yang berfokus pada dunia sudah saatnya kita sadar bahwa hidup kita di dunia hanya sebentar saja. (QS Al Mu'Minun 114)"Dia (Allah) berfirman, kamu tinggal di bumo hanya sebentar saja, jika kamu benar benar mengetahui. Jadi? ubtuk apa kita beribadah/ bekerja keras hanya untuk kepuasan dunia semata? hanya mengharapkan pujian dan penilaian orang orang yang tidak abadi? sungguh celakalah jika itu terjadi.
Atau, kita begitu tenggelam dengan kesedihan dan air mata yang berkepanjangan, bahkan seakan gelap tak akan pergi, dan cahaya tak pernah datang. Ingat! bahwa Allah sendirilah yang menjanjikan jalan keluar bagi hamba hambanya yang beriman. Sebagaimana firmannya dalam QS Al Baqarah ayat 286: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. la mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’”

Sungguh Allah, Dia Rabb yang maha pengasih paling pengasoh, maha penyayabg paling penyayang. Siapa yang telah menjadikan kita hidup begitu mudah? bernafas setiap saat? berekskresi nya racun dalam tubuh kita setiap waktu, mengalirnya darah di pembuluh darah dengan sempurna, maka nikmat tuhan yang manakah yang engkau dustakan?Lalu, mengepa kita tidak bersyukur?

Maka Allah mengajari kita dengan air mata, agar kita ingat betapa banyaknya rahmat yang diberikan kepada kita. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. la mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’” (QS.
Maka, Allah mengajari kmita dengan air mat, agar kita paham betapa egoisnya diri kita? betapa kita menyia-nyiakan hidup untuk hal hal yang tidak perlu, melakuka hal yang nista, dan hidup dalam keburukan.
Allah menyayangi kita dan meminta kita terus berada di jalan yang lurus, jalan yang benar hingga kita bisa bertamu denganNya tanpa berlama-lama di siksa dengan api neraka.
Maka benar! jika orang berkata jika telah jatuh maka melompatlah lebih tinggi. ya! karena dengan jatuh kita telah belajar banyak dariNya. jadfi kenapa kita tidak bisa melompat lebih tinggi? dengan niat yang lurus, dengan cara yang baik dan dengan keyakinanbahwa Alloh dan hanya Allahlah yang akan menolong kita....

Jumat, 27 November 2015

TANPA NAMA

Jumat, November 27, 2015 0 Comments


Dalam doaku dimalam ini...
aku berharap pada rabbku,
Rabb yang maha penyayang paling penyayang
Rabb yang maha pengasih, paling pengasih
aku berdoa untuk Dia, seseorang...

seseorang yang aku tak tahu siapa namanya
Dimana dan sedang apa....
seseorang yang mungkin tak mengerti mengapa aku begitu ribut mendoakannya...

namun aku tahu pasti,
bahwa kelak ketika Rabbku mempertemukan aku dengan dia,
maka tiada satupun doaku yang tak berarti....

Dalam Doaku, aku berharap...
Agar Rabbku selalu menjaganya
Menjaga hatinya untukku
Menjaga setiap langkah langkahnya
Agar apapun yang dilaluinya terasa ringan
Agar rabbku tak pernah sedikitpun meninggalkannya....

Suatu saat akan tiba masanya ketika
aku tahu pasti
Siapa dia yang selama ini ada dalam doaku
dan melihat wajahnya serta menyimpannya selalu
dalam memori asa
hingga berjuta juta detik waktu
ketika aku menyertainya

Dalam Doaku
Di pagi yang hangat ini
aku berharap engkau merasakan hangatnya mentari pagi
hangatnya memeluk hingga ke hati
ku harap kau senantiasa tahu
bahwa disini aku senantiasa menanti
dengan sejuta harap dan cinta
maka yakinlah akan apa yang sedang kau lakukan, akan jadi lebih berarti

Dalam doaku di senja ini....
ketika matahai bersiap ke peraduannya
Aku berharap agar rabbku memberikan semua cintanya
untuk apa yang telah terjadi hari ini
dan apa yang dengan itu kau langkahkan hati
sehingga tak satu detik waktupun tersia
untuk meraih ridhaNya

maka kelak ketika aku bertemu denganmu,
aku berharap pada rabbku
tak pernah terputus semua doa yang terucap untukmu

dan dalam doaku di malam yang telah menjelang
aku tak berharap kau tahu
bahwa ada seseorang yang senantiasa berdoa untukmu...
namun mungkin kau perlu tahu,
bahwa aku disini merindumu
dan aku berdoa agar Rabbku menjaga hatiku untukmu dan hatimu untukku
Doaku...........
kepada yang tercinta